Cegah Pelajar Terlibat Aksi Demonstrasi, Satbinmas Polres Blitar Kota Berikan Pembinaan di MAN Kota Blitar

Blitar, 13 Oktober 2025 – Dalam upaya preventif menjaga pelajar dari keterlibatan dalam kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar, khususnya aksi demonstrasi yang marak terjadi beberapa bulan terakhir, MAN Kota Blitar menggelar apel pagi spesial dengan agenda pembinaan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Blitar Kota. Kegiatan ini dilaksanakan dengan khidmat di halaman utama MAN Kota Blitar dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Pembinaan ini dipandang sangat penting oleh pihak sekolah dan kepolisian untuk memastikan fokus utama pelajar tetap pada pendidikan. Dalam apel tersebut, perwakilan dari Satbinmas Polres Blitar Kota menyampaikan arahan dan pesan-pesan penting mengenai kewajiban pelajar serta risiko hukum dan sosial yang dapat ditimbulkan dari keikutsertaan dalam kegiatan unjuk rasa. “Kami hadir untuk mengingatkan kembali bahwa status utama kalian adalah pelajar. Fokus utama kalian adalah belajar, mengembangkan potensi diri, dan menjaga nama baik almamater serta keluarga,” ujar perwakilan Satbinmas Polres Blitar Kota. Pembinaan ini juga menekankan bahwa setiap aspirasi seharusnya disalurkan melalui jalur-jalur yang benar, konstruktif, dan sesuai dengan etika pelajar, bukan dengan cara yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun fasilitas umum. Kepala MAN Kota Blitar menyambut baik inisiatif pembinaan ini. “Kami berterima kasih kepada Polres Blitar Kota atas sinergi ini. Diharapkan setelah pembinaan ini, seluruh siswa-siswi MAN Kota Blitar dapat memegang teguh disiplin, tidak mudah terprovokasi, dan hanya fokus pada penyelesaian studi mereka demi masa depan yang cerah,” ujarnya. Seluruh siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian, terutama saat disampaikan mengenai pentingnya memilih kegiatan positif dan menjauhi perilaku menyimpang. Kegiatan apel ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak sekolah, kepolisian, dan seluruh siswa untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan fokus akademik di lingkungan madrasah.
Kankemenag Buka Bimbingan Keluarga Maslahah di MAN Kota Blitar

Blitar, 9 Oktober 2025 – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Blitar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Keluarga Maslahah (BKM) yang bertempat di Ruang Multimedia MAN Kota Blitar pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial bagi seluruh peserta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Kota Blitar, Bapak Kanzul Faton. Peserta yang hadir meliputi seluruh guru dan karyawan MAN Kota Blitar, serta perwakilan dari berbagai instansi di bawah naungan Kementerian Agama Kota Blitar. Sambutan dan Arahan Pimpinan Acara diawali dengan sambutan dari tuan rumah, Bapak Muzaini, M.Ag, yang merupakan perwakilan dari MAN Kota Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas dipilihnya MAN Kota Blitar sebagai lokasi kegiatan dan menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan moralitas bangsa. “Keluarga yang maslahah (memberi kebaikan) adalah cerminan dari masyarakat yang kuat. Kami berharap bimbingan ini dapat memberikan bekal ilmu dan praktik yang bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama di Kota Blitar,” ujar Bapak Muzaini. Setelah itu, Kepala Kankemenag Kota Blitar, Bapak Kanzul Faton, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara simbolis. Dalam arahannya, beliau menyoroti isu-isu kontemporer yang dihadapi keluarga Muslim saat ini dan menegaskan bahwa program Bimbingan Keluarga Maslahah merupakan ikhtiar strategis Kementerian Agama. “Keluarga maslahah adalah keluarga yang tidak hanya harmonis secara lahiriah, tetapi juga kokoh secara batiniah. Melalui bimbingan ini, mari kita jadikan keluarga kita sebagai sumber kedamaian (sakinah), cinta kasih (mawaddah), dan rahmat (rahmah). Peran Bapak/Ibu sebagai pendidik di madrasah dan instansi adalah sentral. Dengan keluarga yang kuat, kita akan mampu mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” tegas Bapak Kanzul Faton. Kegiatan Bimbingan Keluarga Maslahah ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidang psikologi keluarga dan hukum Islam, memberikan materi interaktif mengenai komunikasi efektif, manajemen konflik, hingga pendidikan anak dalam perspektif Islam.
Sejarah MAN Kota Blitar

Jejak Emas Peradaban: Sejarah MAN Kota Blitar, dari SP-IAIN hingga Madrasah Unggul di Era Digital Pendahuluan: Potret Perjalanan Panjang Sebuah Institusi Sejarah adalah potret nyata dari perjalanan manusia, melukiskan hasil karya dan karsa masyarakat di masa lampau. Perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan, seperti halnya MAN Kota Blitar, tidak mungkin berdiri tegak tanpa melalui ujian dan tantangan. Kisah ini adalah saksi bisu peradaban yang mencerminkan perjuangan para pendiri dalam menegakkan agama Islam di Kota Blitar, sebuah perjuangan yang layak dicatat dengan tinta emas. Perjuangan MAN Kota Blitar terbilang penuh tantangan, terutama mengingat lokasi intinya kala itu yang berdekatan dengan sentra peternak babi terbesar dan lokalisasi terkenal “Gang Wolu” di Kota Blitar. Likuku perjuangan inilah yang membentuk MAN Kota Blitar menuju kejayaannya kini. Awal Mula: Era Sekolah Persiapan IAIN (SP-IAIN) Kemajuan pesat MAN Kota Blitar (nama resmi institusi sekarang) bukanlah hasil sim-salabim, melainkan melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ide agung pendirian madrasah ini dimulai pada tahun 1970, digagas oleh Almarhum Bapak K.H. Thohir Widjaja (tokoh Ponpes Kunir) bersama teman dekat beliau Bapak Affandi Idhar (Kepala Pendidikan Agama Tk.II Blitar). 12 Mei 1970: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Islam ini resmi dinegerikan dengan nama Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SP-IAIN). Lokasi Awal: Untuk sementara, sekolah menempati Kampus SPG Negeri Blitar (sekarang UPP-PGSD kampus III Malang). Kepala Sekolah Pertama: Drs. Mukarom Muslimin. Tujuan: Mempersiapkan siswa menuju jenjang perguruan tinggi IAIN (sekarang UIN). Para Pendiri dan Pejuang Awal Peran para pendiri sangat vital dalam menegakkan fondasi madrasah ini. Penghargaan setinggi-tingginya dipersembahkan kepada beliau-beliau yang kala itu menjabat: Posisi Nama Tokoh Posisi Nama Tokoh Penasehat K.H. Zahid Syafi’ie (alm) Bendahara Suwoto Ketua K.H. Thohir Widjaja (alm) Anggota H. Ali Muksin (alm) Sekretaris K.H. Masykur Efendi (alm) Anggota Suprio Wk. Ketua Affandi Idhar Anggota Drs. Mukarom Muslimin, dll. Ekspor ke Spreadsheet Masa Transisi dan Peningkatan Minat Masyarakat Sejak kepindahan dari lokasi SPG Negeri menuju Jln. Tanjung No.1 (Gedung milik Persatuan Cina), SP-IAIN mulai menapaki dunia persekolahan dengan status hak guna pakai. Jumlah siswa terus meningkat karena SP-IAIN menjadi satu-satunya SLTA bercirikan Islam di Kota Blitar yang mampu menjembatani aspirasi ke IAIN. Era Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Tantangan Lokal Meskipun diminati, animo sempat menurun tajam pada tahun 1978 karena kesalahpahaman masyarakat yang menganggap SP-IAIN sebagai perguruan tinggi atau karena ruang lingkup kelanjutan studi yang sempit. Surat Keputusan Menteri Agama dan Momentum Kebangkitan Tahun 1978: Terbit Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 17 Tahun 1978 tentang perubahan nama dari SP-IAIN menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri). Dampak: Minat masyarakat semarak kembali dan meningkat secara fenomenal. Tanggal Resmi Berdiri: Disepakati tanggal penegerian SP-IAIN, yakni 12 Mei 1970. Relokasi dan Pemberantasan Kemaksiatan Untuk mengantisipasi laju jumlah siswa, MAN Blitar pindah menempati gedung sendiri di Jalan Jati Gang X (Jln. Jati 78), Sukorejo, Blitar, sampai sekarang. Lokasi baru ini berdekatan langsung dengan peternakan babi besar dan lokalisasi Bayeman (Gang Wolu). Komunitas MAN Blitar pun bergerak menghadapi tantangan sosial ini. Berkat kegigihan para pendiri dan kepercayaan masyarakat yang semakin baik, kedua masalah pelik tersebut berhasil diatasi (diberantas) di era tahun sembilan puluhan. III. Estafet Kepemimpinan Menuju Madrasah Unggul Hingga saat ini, MAN Kota Blitar terus maju berkat estafet kepemimpinan yang progresif. No. Nama Kepala Madrasah Periode Kontribusi Utama 1 Drs. Mukarom Muslimin (Era SP-IAIN) Pendiri Awal. 2 Drs. H. Mu’ad Rachman Widjaja 1975 – 1989 Membangun infrastruktur awal, memimpin perjuangan sosial. 3 H. Muhadi 1989 – Purna Tugas MAN Keterampilan (Komputer, Tata Busana, Tata Boga), melek Teknologi Komputer pertama di SLTA Kota Blitar, MAN Terbaik Se-Jawa Timur. 4 H. Masturi, BA. – Fokus pada peningkatan profesionalisme guru dan moralitas pendidik, merambah dunia internet. 5 Drs. H. Shiddiq Ghozaly – Penguatan proses belajar mengajar, pengajian rutin dewan guru, dan penghijauan madrasah. 6 Drs. H. Hasyim As’ari, M.Pd. (Era Millenium) Juara 1 Prestasi Madrasah Tingkat Jatim, pembangunan Aula & Lab Bahasa, perintisan Hot Spot dan Broadcasting Radio FM. Ekspor ke Spreadsheet IV. Era Kepemimpinan Saat Ini: MAN Cerdas dan Islami Memasuki periode baru, MAN Kota Blitar dipimpin oleh Bapak Muzaini, M.Ag. Beliau melanjutkan tradisi unggul dan membawa semangat Paradigma Baru yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Fokus Kepemimpinan Bapak Muzaini, M.Ag. Bapak Muzaini, M.Ag. mengusung komitmen kuat untuk membentuk siswa yang tidak hanya Unggul dalam Iptek (seperti yang dicanangkan pemimpin terdahulu) tetapi juga Kuat dalam Imtaq secara utuh, sesuai dengan semangat: Membentuk Siswa MAN Kota Blitar yang CERDAS dan ISLAMI. Semangat ini memastikan lulusan MAN Kota Blitar adalah generasi yang memiliki: Kecerdasan Akademik (Iptek): Mampu bersaing di Perguruan Tinggi dan dunia kerja. Kematangan Spiritual dan Moral (Imtaq): Memiliki akhlakul karimah dan memahami ketinggian agama Allah (Addinul Islam) dalam segi Aqidah-Akhlak, Syariat, dan Al-Quran-Hadits. MAN Kota Blitar kini tidak hanya berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat, tetapi juga terus mengembangkan metodologi pembelajaran inovatif, seperti pemanfaatan teknologi komunikasi dan pembelajaran jarak jauh, untuk mengantarkan generasi muslim Blitar menuju kejayaan di masa depan.
MAN Kota Blitar Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat, Raih Prestasi Gemilang!

Blitar, 1 Oktober 2025 – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober. Upacara berlangsung khidmat di halaman utama MAN Kota Blitar dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala MAN Kota Blitar, Bapak Muzaini, M.Ag. Dalam amanatnya, Bapak Muzaini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai benteng dalam menghadapi berbagai tantangan dan ideologi yang bertentangan dengan dasar negara. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremonial, tetapi momen refleksi bagi kita semua untuk menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan mengamalkan sila-sila Pancasila secara utuh,” ujar Bapak Muzaini di hadapan peserta upacara. Beliau juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam meraih prestasi dan berkontribusi positif bagi bangsa. Penyerahan Piala dan Apresiasi untuk Siswa Berprestasi Usai pelaksanaan upacara, momen haru dan bangga menyelimuti lapangan saat acara dilanjutkan dengan penyerahan piala dan trofi kepada siswa-siswi yang telah mengukir prestasi gemilang di berbagai kompetisi. Bapak Muzaini, M.Ag. secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan motivasi madrasah atas kerja keras siswa. Salah satu siswi, tampak bersemangat menerima sertifikat dan medali yang berhasil ia raih dalam kompetisi. Penghargaan ini menegaskan komitmen MAN Kota Blitar untuk tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga cemerlang dalam bidang akademik dan non-akademik. “Prestasi kalian adalah bukti bahwa santri madrasah mampu bersaing di kancah manapun. Teruslah belajar, berjuang, dan jadilah generasi penerus bangsa yang berkarakter Pancasila,” tutup Kepala Madrasah. Diharapkan, dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, seluruh warga MAN Kota Blitar dapat terus menjaga keharmonisan, meningkatkan kualitas diri, dan membawa nama baik madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.
Wajib Sukseskan! Jangan Golput! Guru dan Karyawan, Saatnya Nyoblos Pemimpin OSIS Terbaik,Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN Kota Blitar Periode 2025/2026

Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS (PEMILOS) masa bakti 2025/2026 telah resmi dibuka oleh Bapak Kepala Madrasah! Muzaini,M.Ag Dukung penuh proses demokrasi sekolah ini! Kami mengundang Bapak/Ibu untuk segera menggunakan hak suara Anda. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bapak/Ibu sudah tersedia di Aula tempat pencoblosan. Mari berpartisipasi aktif dalam memilih pemimpin OSIS terbaik. Satu suara Anda menentukan arah kepemimpinan siswa ke depan. Mari kita berikan suara inspiratif kita untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang akan membawa perubahan positif. Jangan sampai golput, ya! Partisipasi aktif Anda sangat berarti bagi pembinaan karakter siswa.
Mencetak Generasi Cerdas Islami, Meraih Juara 1 di Panggung Budaya!

Bangga! Madrasah di bawah naungan Kemenag Se-Kota Blitar berhasil membawa pulang gelar Juara 1 Terbaik di Blitar Ethnic National Carnival 2025. Prestasi ini bukan hanya tentang piala, melainkan tentang semangat kebersamaan, kreativitas, dan komitmen untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Teruslah berkarya dan menginspirasi, generasi muda Blitar!
Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Jalani Magang di MAN Kota Blitar, Diharapkan Mampu Kembangkan Potens

Kueri berhasil Judul: Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Jalani Magang di MAN Kota Blitar, Diharapkan Mampu Kembangkan Potensi BLITAR – Beberapa mahasiswa dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung memulai kegiatan praktik kerja lapangan atau magang di MAN Kota Blitar. Acara pembukaan kegiatan magang ini digelar di ruang multimedia madrasah, pada Kmis (25/9/2025). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala MAN Kota Blitar, Bapak Muzaini, M.Ag. Dalam sambutannya, Muzaini menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan magang ini untuk mengembangkan potensi diri dan menerapkan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. “Kami sangat senang menerima kedatangan adik-adik mahasiswa. Semoga selama di sini, kalian dapat memperoleh pengalaman berharga dan memberikan kontribusi positif bagi madrasah,” ujar Muzaini. Mahasiswa magang ini berasal dari berbagai jurusan, dan mereka akan ditempatkan di beberapa unit kerja sesuai dengan bidang studi masing-masing. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum perkuliahan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis di dunia kerja. Turut hadir mendampingi mahasiswa, Bapak Ali Amirul Mu’minin selaku dosen pembimbing magang dari UIN SATU Tulungagung. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak MAN Kota Blitar atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswanya. “Kami berharap, kolaborasi ini dapat terus terjalin dengan baik, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tambahnya. Kegiatan magang ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Selama periode tersebut, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan dan program yang ada di MAN Kota Blitar. FAQ
Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil OSIS MAN Kota Blitar, Ajang Adu Gagasan untuk Kepemimpinan Masa Depan

Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil OSIS MAN Kota Blitar Blitar (23/09/25) — Suasana MAN Kota Blitar pagi ini terasa berbeda. Setelah pelaksanaan apel pagi, seluruh siswa dan guru berkumpul di lapangan untuk menyaksikan acara debat terbuka calon ketua dan wakil ketua OSIS serta anggota OSIS periode 2025/2026. Acara ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan yang demokratis, memberikan kesempatan kepada setiap pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka secara langsung. Acara dibuka oleh Kepala Madrasah, Bapak Muzaini, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya proses demokrasi sebagai wadah bagi siswa untuk belajar kepemimpinan, berorganisasi, dan bertanggung jawab. “Melalui pemilihan OSIS ini, kita tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga mendidik diri untuk menjadi warga negara yang kritis dan partisipatif,” ujar Bapak Muzaini. Selama debat, para calon menyampaikan berbagai gagasan inovatif, mulai dari peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, penguatan program keagamaan, hingga pengembangan kreativitas siswa. Setiap pasangan calon beradu argumen dengan lugas dan percaya diri, menjawab pertanyaan dari panelis serta audiens. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup isu-isu krusial seputar lingkungan sekolah, disiplin siswa, dan kesejahteraan organisasi. Sebagai informasi tambahan, sebelum acara debat ini, seluruh siswa telah mendapatkan sosialisasi tentang pentingnya pemilu yang bersih dan jujur. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh KPU Kota Blitar, memastikan bahwa seluruh proses pemilihan berjalan transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dengan adanya debat terbuka ini, diharapkan seluruh siswa dapat membuat pilihan yang bijak berdasarkan program kerja yang ditawarkan, bukan hanya popularitas. Pemilihan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota OSIS akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan seluruh warga MAN Kota Blitar siap menyambut pemimpin baru yang akan membawa perubahan positif bagi madrasah.
Oase Pagi Jumat: Guru dan Karyawan MAN Kota Blitar Dalami Kitab “Washiyatul Mushthofa” Bersama KH. Zainul Fajri

KOTA BLITAR – Di tengah kesibukan mengawali hari, suasana spiritual yang khusyuk menyelimuti ruang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar. Pagi ini, Jumat (19/9), seluruh guru dan staf administratif berkumpul bukan untuk rapat, melainkan untuk sebuah kajian rutin bersama, KH. Zainul Fajri. Kajian yang berlangsung pukul 06.45-07.30 WIB ini sengaja dikhususkan bagi para pendidik dan karyawan, menjadikannya agenda wajib yang bertujuan menguatkan fondasi spiritual di lingkungan madrasah. “Ini adalah cara kami menumbuhkan ‘roh’ pendidikan di MAN Kota Blitar. Guru bukan hanya penyalur ilmu pengetahuan, tetapi juga teladan akhlak. Dengan menguatkan spiritualitas, kita bisa memberikan yang terbaik bagi para siswa,” ungkap Kepala MAN Kota Blitar, Muzaini,M.Ag. Pada pertemuan kali ini, fokus pembahasan adalah Kitab “Washiyatul Mushthofa”. Dengan gaya ceramah yang menenangkan namun sarat makna, KH. Zainul Fajri mengupas tuntas nasihat-nasihat fundamental dari Rasulullah SAW yang terkandung dalam kitab tersebut. Setiap butir ajaran yang disampaikan seperti oase yang menyegarkan dahaga rohani, mengingatkan kembali pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan dalam menjalani kehidupan. “Kita seringkali sibuk dengan urusan duniawi, hingga lupa membersihkan hati. Kitab ini menjadi pengingat yang sangat penting, bahwa setiap langkah dan perbuatan kita harus dilandasi niat yang lurus,” penjelasan KH. Zainul Fajri. Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu dan kekuatan untuk mengamalkannya. Kegiatan ini tidak sekadar menambah pengetahuan agama, tetapi juga berfungsi sebagai momen refleksi yang mempererat kebersamaan dan meneguhkan kembali tujuan mulia sebagai insan pendidik.
Langkah Awal Menuju Tanah Suci: Siswa MAN Kota Blitar Jalani Pelatihan Manasik Haji di Lapangan Turi

KOTA BLITAR – Panas mentari pagi tak menyurutkan semangat ratusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar. Berbalut kain ihram putih yang rapi, mereka memadati Lapangan Turi, Sukorejo, Kamis (18/9). Bukan untuk upacara, melainkan untuk sebuah misi mulia: mengikuti pelatihan manasik haji yang diadakan sekolah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala MAN Kota Blitar, Bapak H. Muzaini, M.Ag, yang turut mengenakan pakaian ihram. “Ini adalah pengalaman pertama bagi banyak dari kalian untuk merasakan atmosfer ibadah haji. Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi praktik langsung. Bayangkan ini adalah miniatur Kabah dan Arafah. Pahami setiap rukunnya, resapi maknanya,” tegasnya dalam sambutan yang membakar semangat. Merasakan Pengalaman Ibadah Haji dalam Miniatur Selama hampir tiga jam, siswa-siswi ini tak hanya mengikuti arahan, tetapi juga terlibat aktif dalam simulasi setiap tahapan ibadah haji. Para pembimbing dan guru agama dengan sabar menjelaskan setiap rukun dan kewajiban haji, menjadikan suasana edukatif sekaligus khusyuk. Berikut adalah urutan simulasi yang mereka lalui: Niat dan Ihram: Dengan niat yang tulus, mereka memulai pelatihan dengan mengenakan pakaian ihram, dua helai kain putih tanpa jahitan, sebagai simbol kesucian dan persamaan derajat di hadapan Allah. Tawaf: Para siswa berjalan mengelilingi replika Kabah sebanyak tujuh kali dengan arah berlawanan jarum jam. Suara lantunan talbiyah, “Labbaik Allahumma Labbaik…”, sahut-menyahut, membuat suasana terasa semakin syahdu. Sa’i: Setelah tawaf, mereka melanjutkan dengan berjalan cepat dan sesekali berlari-lari kecil antara replika bukit Safa dan Marwah, mengingat kembali kisah perjuangan Siti Hajar mencari air. Wukuf di Arafah: Meskipun tidak di padang Arafah sungguhan, para siswa berkumpul di satu titik di lapangan, berdiam diri, dan mendengarkan ceramah singkat. Momen ini menjadi puncak perenungan, di mana mereka diajak untuk merenungkan dosa dan memohon ampunan. Melontar Jumrah: Momen paling dinanti, di mana siswa-siswi antre dengan tertib untuk melempar kerikil ke tiang replika. Aksi ini melambangkan perlawanan terhadap godaan setan dan pembersihan diri dari sifat-sifat buruk. Membekali Diri untuk Masa Depan Salah satu siswa kelas X, mengungkapkan perasaannya. “Rasanya seperti benar-benar ada di sana. Tadinya saya pikir haji itu cuma jalan-jalan biasa, ternyata banyak aturannya dan butuh fisik kuat,” Kepala MAN Kota Blitar berharap, pelatihan ini menjadi bekal berharga yang menanamkan kecintaan pada agama dan motivasi bagi para siswa untuk suatu saat nanti bisa menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya. “Semoga dengan bekal ini, mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik,” tutup Bapak H.Muzaini,M.Ag.