Blitar – Suasana khidmat dan penuh semangat belajar terpancar dari para santri program Diniyah Ma’had Nurul Iman di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar. Di tengah kesibukan mereka menempuh pendidikan formal, para santri dengan tekun meluangkan waktu untuk mendalami khazanah keilmuan Islam klasik melalui pengajian kitab kuning.
Seperti yang terekam dalam beberapa momen, para santri, baik putra maupun putri, terlihat fokus menyimak dan menulis makna dari setiap baris kitab yang diajarkan. Di hadapan mereka, terbentang kitab legendaris yang menjadi pedoman para penuntut ilmu selama berabad-abad: Kitab Ta’lim Muta’alim.

Salah satu foto memperlihatkan seorang ustadz dengan penuh wibawa sedang memberikan penjelasan di hadapan para santri putra yang duduk rapi di kelas. Interaksi ini menunjukkan proses transfer ilmu yang tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga diwarnai dengan dialog dan bimbingan langsung. Sementara itu, di foto lainnya, tampak para santriwati dengan saksama membuka lembar demi lembar kitab, mencatat setiap petuah penting dengan pena di tangan mereka.
Kajian Kitab Ta’lim Muta’alim, karya Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji, dipilih bukan tanpa alasan. Kitab ini secara fundamental tidak hanya membahas tentang apa yang harus dipelajari, tetapi juga bagaimana seharusnya seorang pelajar bersikap. Ia menjadi panduan esensial mengenai adab atau etika menuntut ilmu, mulai dari memuliakan guru, menghargai kitab, hingga pentingnya niat yang lurus dalam belajar.
Kepala Ma’had Nurul Iman menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membentuk generasi yang seimbang. “Pendidikan di MAN Kota Blitar memberikan mereka kecerdasan intelektual, sementara program diniyah di ma’had ini kami harapkan dapat membentengi mereka dengan akhlakul karimah dan pemahaman agama yang kuat,” ujarnya.
Dengan mengkaji Kitab Ta’lim Muta’alim, para santri MAN Kota Blitar tidak hanya dipersiapkan untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang beradab, rendah hati, dan memahami esensi sejati dari perjuangan mencari ilmu. Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa tradisi keilmuan pesantren dapat bersinergi secara harmonis dengan pendidikan madrasah modern untuk melahirkan generasi penerus yang komplet.