KOTA BLITAR – Panas mentari pagi tak menyurutkan semangat ratusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar. Berbalut kain ihram putih yang rapi, mereka memadati Lapangan Turi, Sukorejo, Kamis (18/9). Bukan untuk upacara, melainkan untuk sebuah misi mulia: mengikuti pelatihan manasik haji yang diadakan sekolah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala MAN Kota Blitar, Bapak H. Muzaini, M.Ag, yang turut mengenakan pakaian ihram. “Ini adalah pengalaman pertama bagi banyak dari kalian untuk merasakan atmosfer ibadah haji. Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi praktik langsung. Bayangkan ini adalah miniatur Kabah dan Arafah. Pahami setiap rukunnya, resapi maknanya,” tegasnya dalam sambutan yang membakar semangat.
Merasakan Pengalaman Ibadah Haji dalam Miniatur


Selama hampir tiga jam, siswa-siswi ini tak hanya mengikuti arahan, tetapi juga terlibat aktif dalam simulasi setiap tahapan ibadah haji. Para pembimbing dan guru agama dengan sabar menjelaskan setiap rukun dan kewajiban haji, menjadikan suasana edukatif sekaligus khusyuk.
Berikut adalah urutan simulasi yang mereka lalui:
- Niat dan Ihram: Dengan niat yang tulus, mereka memulai pelatihan dengan mengenakan pakaian ihram, dua helai kain putih tanpa jahitan, sebagai simbol kesucian dan persamaan derajat di hadapan Allah.
- Tawaf: Para siswa berjalan mengelilingi replika Kabah sebanyak tujuh kali dengan arah berlawanan jarum jam. Suara lantunan talbiyah, “Labbaik Allahumma Labbaik…”, sahut-menyahut, membuat suasana terasa semakin syahdu.
- Sa’i: Setelah tawaf, mereka melanjutkan dengan berjalan cepat dan sesekali berlari-lari kecil antara replika bukit Safa dan Marwah, mengingat kembali kisah perjuangan Siti Hajar mencari air.
- Wukuf di Arafah: Meskipun tidak di padang Arafah sungguhan, para siswa berkumpul di satu titik di lapangan, berdiam diri, dan mendengarkan ceramah singkat. Momen ini menjadi puncak perenungan, di mana mereka diajak untuk merenungkan dosa dan memohon ampunan.
- Melontar Jumrah: Momen paling dinanti, di mana siswa-siswi antre dengan tertib untuk melempar kerikil ke tiang replika. Aksi ini melambangkan perlawanan terhadap godaan setan dan pembersihan diri dari sifat-sifat buruk.
Membekali Diri untuk Masa Depan
Salah satu siswa kelas X, mengungkapkan perasaannya. “Rasanya seperti benar-benar ada di sana. Tadinya saya pikir haji itu cuma jalan-jalan biasa, ternyata banyak aturannya dan butuh fisik kuat,”
Kepala MAN Kota Blitar berharap, pelatihan ini menjadi bekal berharga yang menanamkan kecintaan pada agama dan motivasi bagi para siswa untuk suatu saat nanti bisa menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya.
“Semoga dengan bekal ini, mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik,” tutup Bapak H.Muzaini,M.Ag.