Kota Blitar, 2025 — MAN Kota Blitar kembali menyelenggarakan kegiatan Praktik Perawatan Jenazah sebagai bagian dari penguatan kompetensi keagamaan bagi peserta didik. Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, bertempat di Amphiteater dan Aula MAN Kota Blitar.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Bapak Muzaini, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman dan keterampilan perawatan jenazah bagi setiap muslim. Beliau menyampaikan bahwa praktik ini tidak hanya memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran life skill yang sangat bermanfaat di masyarakat.
“Perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang harus dikuasai umat Islam. Dengan mengikuti praktik ini, para siswa diharapkan mampu memahami tata cara yang benar sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bapak Muzaini, M.Ag., saat membuka kegiatan.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan praktik dibagi menjadi dua sesi utama:
-
Pembekalan Materi
Siswa mendapatkan penjelasan lengkap mengenai konsep fardhu kifayah, syarat dan ketentuan perawatan jenazah, serta adab dalam menangani jenazah. Pemateri juga menjelaskan tahapan-tahapan mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga tata cara penguburan. -
Praktik Langsung di Amphiteater
Setelah pembekalan teori, siswa melaksanakan praktik perawatan jenazah secara langsung menggunakan perlengkapan yang telah disediakan madrasah. Para guru pembimbing mendampingi setiap kelompok siswa dan memberikan arahan terkait cara memandikan, mengkafani, serta menshalatkan jenazah dengan benar.
Suasana praktik berlangsung serius, tertib, dan penuh antusias. Para siswa terlihat aktif bertanya serta mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh pemateri dan pembimbing.
Tujuan Kegiatan
Melalui kegiatan rutin tahunan ini, MAN Kota Blitar berharap:
-
Siswa mampu memahami tata cara perawatan jenazah secara syar’i.
-
Siswa memiliki kesiapan mental dan pengetahuan untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.
-
Pembelajaran agama tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik nyata yang berguna sepanjang hayat.
Penutup
Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi kepada panitia, para guru pembimbing, dan seluruh siswa kelas X yang mengikuti kegiatan dengan semangat. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan setiap tahunnya.